Sekolah Penting Gag Sih??
"Ijazah itu adalah bukti orang pernah sekolah, bukan bukti orang pernah berpikir"
Kalimat diatas sempat diucapkan salah satu tokoh publik di salah satu acara talkshow. Awalnya kalimat tersebut hanya saya abaikan ketika saya menyaksikannya. Akan tetapi suatu hari salah satu siswa saya di sekolah tempat saya mengajar mengucapkan dan menjadikan kalimat tersebut adalah acuannya, dan itu cukup membuat kekhawatiran karena dia sudah malas untuk mengikuti pembelajaran di sekolah dan dikhawatirkan mempunyai pemahaman bahwa sekolah itu tidak penting.
Jadi ceritanya begini, siswa tersebut kebetulan siswa yang bermasalah. Siswa tersebut sering tidak mau mengikuti pelajaran dan selalu tidak mengerjakan lembar kerja yang diberikan. Ya, pada saat itu kegiatan pembelajaran masih dilaksanakan secara daring karena pandemi covid-19.
Hampir setiap harinya saya berkunjung kerumah siswa tersebut, dan membangunkan siswa tersebut. Padahal dirumahnya ada kakaknya yang sudah berkeluarga, ketika saya tanyakan dimana adiknya dijawabnya masih tidur sudah dibangunkan susah malah ngamuk. Ya terpaksa saya bangunkan ke kamarnya.
Lanjut cerita, ketika sudah bangun, sudah selesai saya suruh cuci muka sikat gigi (karena bau jigong, orang baru bangun) saya ajak ngobrol dia.
Kenapa setiap hari ga ikut pelajaran daring? kalau terkendala masalah kuota dan lain-lain bisa k sekolah nanti diberikan fotokopian lembar kerja.
Yang buat saya kaget dia menjawab malas sekolah, pusing pak, ora kiyeng (bahasa indramayu yang artinya malas banget mau ngelakuin). Saya tanya lagi, lha masih mau sekolah ga, kalau nggak nanti bapa bantuin bilang ke orang tua kamu. Kasian soalnya nanti orang tua kamu kerja cari uang untuk keperluan sekolah kamu kaya hape sama kuota (kondisinya PJJ ni ya) tapi kamunya ga mau sekolah.
Terus saya tanya lagi, kalau gamau sekolah mau apa? kerja?
Ya enak kerja pak, jawabnya. Bisa dapet duit, sambung dia lagi.
Lha kalau mau kerja sekolah dulu, nanti udah lulus, minimal SMA bisa ngelamar kerja. Kalau kamu ga lulus sekolah, gimana mau ngelamar kerja, kan ga punya ijazah.
Nah jawabannya ini yang membuat saya shock. Emang kerja harus pake sekolah dulu tah pa, harus punya ijazah tah. Kan kalo kerja yang penting bisa mikir sama beresin kerjanya pa, kan ijazah itu cuma bukti orang pernah sekolah, bukan bukti orang bisa mikir pak.
Woow, saya langsung teringat suatu acara talkshow di salah satu acara yang banyak diputer di youtube2, dimana salah satu pembicara yang diundang berkata seperti itu.
Akhirnya dengan gaya sok bijak, saya kasih jawaban, ya, memang. Tapi kalau zaman sekarang, kamu pingin dapet kerja yang penghasilannya layak itu minimal kamu harus sekolah lulus SMA, kamu ngelamar harus punya ijazah SMA, kalau nggak mana bisa diterima.
Dia pun angguk-angguk (ga tau dia dengar apa nggak, semoga aja)
Ya setelah pengalaman itu, jujur kata-kata tersbut selalu membuat saya khawatir, takut anak-anak didik saya mempunyai pemahaman seperti itu dan ga mau sekolah.
Tetapi setelah saya renungkan, akhirnya saya dapat pencerahan. Memang "Ijazah itu adalah bukti orang pernah sekolah, bukan bukti orang pernah berpikir". Tapi dengan ijazah itu bukti bahwa kita pernah sekolah dan kita pernah sekolah berarti bukti bahwa kita pernah berpikir.
Dan akhirnya kebetulan saya juga wali kelas IX SMP yang pasti sebentar lulus saya selalu bilang saya selalu tekankan.
Memang ada orang bilang "Ijazah itu adalah bukti orang pernah sekolah, bukan bukti orang pernah berpikir". Tapi dengan ijazah itu bukti bahwa kita pernah sekolah dan kita pernah sekolah berarti bukti bahwa kita pernah berpikir.
"Orang yang sekolah dan punya ijazah pasti dia orang yang berpikir"
Orang ga sekolah tetap juga orang yang berpikir, tapi karena berpikirnya ga tau sumbernya dari mana, karena ga sekolah itu, ya pastinya berpikirnya biasanya sesat. Ya SESAAAAT..
Jadi Sekolah itu penting kan? PENTING lah!!!
Komentar
Posting Komentar